Bertahun-tahun Terbengkalai, Warga Penerima Perum LC Puger Berharap Pemerintah Pusat Segera Menuntaskan

Sebagian bangunan yang tampak separuh jadi

Reporter : Guntur Rahmatullah

Jember, Selasa (14/02/2017) suaraindonesia-news.com – Perumahan Land Consolidation (LC) yang diperuntukkan bagi nelayan yang kurang mampu di kawasan Puger Jember terbengkalai selama bertahun-tahun.

Perumahan ini merupakan inisiatif dari H. Sahrawi yang merupakan Ketua 1 Koperasi Serba Usaha (KSU) Makmur Sejahtera Puger Jember, yang selanjutnya proyek perumahan ini dikelola oleh KSU tersebut.

Proyek perumahan ini rencananya membangun 700 unit rumah yang diperuntukkan untuk 700 Kepala Keluarga. Dimulai dari tahun 2008, proyek perumahan ini telah mendapatkan sertifikat tanah dari Pemerintah Kabupaten Jember sebanyak 699 sertifikat tanah dengan cara mengumpulkan KTP warga setempat mengingat ini merupakan tanah pemerintah, lalu pada tahun 2010 pembangunan dimulai dan ditargetkan sampai tahun 2015 dapat menyelesaikan 200 unit rumah pada tahap 1, namun hingga saat ini, keadaan perumahan masih terbengkalai.

Master Plan
Master Plan

Menurut pengakuan warga penerima perumahan LC, Su’ut Sukamto membeberkan bahwa warga ditawarkan perumahan ini dengan harga 45 juta per unitnya, dengan uang muka 2 juta dan selanjutnya dibayar dengan cicilan ke KSU Makmur Sejahtera.

Menurut pengamatan langsung suaraindonesia-news.com di lokasi, beberapa blok rumah belum terselesaikan, terlihat belum ada pintunya, belum terpasang atap, bahkan kayunya sudah lapuk. Sekitar 27 unit rumah yang telah terselesaikan dari target 200 unit, dan yang telah dihuni oleh warga hanya 24 unit rumah saja.

“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Pusat di Jakarta untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena kami sudah capek melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten setempat, tapi tidak ada tindakan yang pasti,” ujar Su’ut, warga setempat.

Dijelaskan Su’ud, dulu penerima bantuan menerima bantuan dari Pemerintah berupa uang tunai sebesar 11 juta per KK dibagikan kepada sekitar 100 KK untuk keperluan pembayaran Perumahan LC, juga bantuan berupa jalan, lampu, pemerataan tanah, semua itu demi terbangunnya Perumahan LC yang diperuntukkan kepada nelayan yang kurang mampu, tapi sampai sampai ini masih terbengkalai.

“Kami merasa dipermainkan oleh Pemerintah lokal setempat, karena telah menempuh berbagai macam cara tapi tidak ada kejelasan”, tukas Su’ut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here