Berdalih Mengusir Balak, Dukun Di Pati Gasak Emas Dan Uang Pasien

Reporter: Ipung

Pati, Sabtu (24/12/2016) suaraindonesianews.com – Salah satu dukun di Pati harus berurusan dengan polisi lantaran menggasak emas milik Supatemi, Sabtu, (24/12/16).

Supatemi asal Dukuh Jurug Dari Desa Karangwono Kecamatan Tambakromo harta dan emasnya digasak oleh pelaku Dukun Aspal Alias Hipnotis berinisial Mf (45) asal Desa Maitan Tambakromo, Kabupaten Pati.

Korban bernama Supatemi (39), asal dukuh jurug dari desa karangwono kecamatan tambakromo harta dan emasnya digasak oleh pelaku dukun aspal alias hipnotis yakni Mf (45)
Asal Desa Maitan Tambakromo, Kabupaten Pati.

“Dia beralasan mengobati penyakit anak saya dengan anjuran dari dukun itu untuk menyingkirkan balak, dengan cara uang pecahan 5 ribu sebnyak 9 biji, 10 ribu 9 biji dan 20 ribu 9 biji, diberi mantra dan dibungkus kain kafan, setelah itu dibuang di sungai,” ungkap korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dsri korban, berikut mahar maharnya emas 1 gram, 2 gram, uang senilai 1.750 juta, handphone senilai 1 juta dan kalung senilai 3 juta.

“Stelah acara ritual selesai barang yang saya sediakan dibawa kabur,” tambahnya.

Pihak kepolisian Tambakromo Kabupaten Pati, AKP wasito melalui Kanit Reserce Sukahar mengatakan, terungkap modus hipnotis yang merampas harta korban dengan dalih seperti dukun yang berniat merampas harta korban.

“Tersangka menggondol harta korban berupa Hp 1 buah senilai 1 juta, Kalung mas senilai 3 juta, Uang tunai 1.750.000 rupiah,” jelasnya.

Ia menambahkan, tersangka mengelabuhi korban dengan dalih membersihkan balak terhadap korban dengan permintaan uang kertas 5 ribu 9 biji, uang 10 ribu 9 biji dan uang 20 ribu 9 biji dibungkus kain kafan lalu diberi mantra oleh tersangka dan dibuang disungai.

Saat di introgasi pelaku hipnotis didapati oleh pihak kepolisian kalung korban senilai 3 juta yang disembunyikan di anusnya, saat pihak mapolsek tambakromo memproses tersangka dan menyuruh korban jongkong kalung tersebut jatuh dilantai.

Tersangka MF (45) asal desa maitan kecamatan tambakromo mengaku hanya satu kali dan sempat menggasak uang korban senilai 1.750 juta dibagi dua orang yakni MRJ tersangka lainya yang diduga partner MF (45).

Pihak kepolisian mapolsek Tambakromo akan mendalami kasus tersebut, karena disingalir ada tersangka lain yakni partner dari tersangka MF (45) yang selama ini menjadi wabah yang meresahkan warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here