Benny Pattiasina : Raja Ampat Akan Di Bentuk BNK

Raja Ampat, Suara Indonesia-News.Com – Maraknya pengedaran narkoba di Provinsi Papua Barat yang sudah mencapai sekitar 10.000 jiwa, membuat kepala BNN provinsi Papua Barat, Benny Pattiasina M.Sc, MM memutar otak. Dirinya menjelaskan, bahwa narkotik dan obat-obatan terlarang tersebar di Papua Barat umumnya melalui daerah sorong.

”Berdasarkan data, 9952 jiwa positif narkoba yang menempatkan Papua Barat masuk rangking ke 29 dari 34 provinsi dalam hal pengedaran dan penggunaan narkoba, daerah kota sorong dan Kabupaten Sorong merupakan daerah yang di anggap paling rawan. Pasalnya, Sorong merupakan pintu gerbang Papua barat, baik darat maupun laut,”kata Benny.

Benny mengakui, daerah Papua Barat masih terkendala terkait pengawasan, minimnya alat pendeteksi di bandara dan pelabuhan sehingga menjadi kendala BNN provinsi Papua Barat.

Benny menambahkan, untuk menekan dan mencegah angka pengedaran dan pengguna narkoba di provinsi Papua Barat, Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Papua Barat, merencanakan pembentukan BNK di Kabupaten Raja Ampat, usul tersebut  sudah diteruskan ke BNN pusat, namun butuh dukungan pemda Raja Ampat untuk pembentukannya.

“Hari ini (02/12/2015) kami datang untuk bertemu penjabat Bupati, namun menurut keterangan kepala bagian humas pemda Raja Ampat, Petrus Rabu, beliau sedang di Jakarta. Akan tetapi kami telah bertemu kepala bagian pemerintahan kabupaten Raja Ampat, Drs.Mansyur Syahdan terkait dukungan untuk membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Raja Ampat,”Ujarnya.

Saat ditanya wartawan, terkait pengedaran dan penggunaan narkoba di Kabupaten Raja Ampat diduga ada keterlibatan turis asing, Benny menjelaskan, masih butuh penyelidikan yang lebih mendalam, karena hal tersebut tidak langsung dapat ditentukan.

“Memang tidak dapat dipungkiri keterlibatan turis asing yang masuk di raja ampat perlu di waspadai, karena raja ampat merupakan daerah wisata yang bekelas Internasional,”ujarnya Benny.

Ia menambahkan, Untuk itu, kami sudah melakukan tindakan pencegahan lebih awal, seperti tadi malam (selasa, 01/12. red) tim saya didampingi polres raja ampat melakukan sweeping narkoba di tempat-tempat yang dicurigai terdapat aktivitas narkoba, namun masih sebatas survey karena lokasi tersebut mash susah dijangkau.

“Untuk itu perlunya dibentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Raja Ampat,”pungkasnya.(Zainal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here