Bayi lelaki Tanpa Ayah Tanpa Ibu Diserahkan Ke UPT Anak dan Balita Di Sidoarjo

Reporter: Adi Wiyono

Kota Batu, suaraindonesia-news.com – Bayi lelaki   tanpa ayah dan tanpa Ibu yang ditemukan warga Desa Oro Oro Ombo, di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Selasa (19/4/2016) lalu dekat kandang penangkaran kuda, kini memasuki usia 9 hari kesehatannya  sudah membaik dan segera dibawa ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) anak dan Balita di Sidoarjo.

Yuliana  Petugas puskesmas Beji  Junrejo yang merawat Bayi lelaki selama delapan hari itu mengaku sekarang ini kondisinya sehat wal afiat, namun  demikian hingga sekarang orang tua korban masih belum diketahui keberadaannya.

“Karena belum diketahui orang tuanya maka hingga memasuki usia 10 hari, maka pihak puskesmas akan meyerahkan bayinya itu ke Dinas Sosial  Kota Batu untuk diteruskan  UPT anak dan balita di Sidoarjo,” kata Yulina  saat ditemui di Puskesmas Beji.

Ia juga mengaku, bahwa bayi lelaki itu banyak yang akan ingin mengasuhnya, namun demikian, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena proses adopsi itu harus sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku

Kepala Puskemas Junrejo, dr Susan membenarkan jika  sampai saat ini bayi laki-laki yang diberinama Putra Jalibar Boski dirawat di Puskemas Beji. Berikutnya akan diserahkan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Batu.

“Alhamdulillah kesehatan bayinya baik. Minum susu formulanya banyak. Gerakannya aktif. Setelah ini segera kita serahkan ke Dinsos,” ungkapnya.

Menurut dr Susan, pihaknya segera ingin memindahkan bayinya ketempat penampungan yang permanen. Karena kalau terus dirawat di Puskemas Dikhawatirkan akan tertular penyakit dari pasien yang berobat ke Puskemas Beji.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Batu, Sri Yunani menjelaskan, sesuai aturan apabila selama 10 hari orang tua bayi tidak mengambilnya.

Maka bayi Putra Jalibar menjadi anak negara. Selanjutnya proses perawatannya diserahkan ke UPT Anak dan Balita di Sidoarjo.

“Kita tinggal menunggu surat penyerahan bayinya dari Dinkes, Kota Batu,” sebutnya.

Proses adopsi kata Sri Yunani bisa dilakukan siapapun juga. Tapi prosesnya lewat Dinsos dan UPT Anak dan Balita di Sidoarjo.

“Mungkin besuk atau lusa. Bayinya segera kita bawa ke Sidoarjo,” sebutnya.

Kapolsek Batu AKP A Rinto menambahkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan ditempat kejadian perkara (TKP). Termasuk kordinasi dengan bidan, rumah bersalin, Puskemas dan rumah sakit.

“Kita selidiki ibu-ibu hamil didekat TKP. Karena saat ditemukan tali pusarnya masih melekat ditubuh bayi. Jarak waktu penemuan dengan proses pembuangannya kita perkirakan 1 jam,” jelasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here