Bappeda Jatim : Pertumbuhan Ekonomi Tinggi  Tidak Menjamin Rakyat Sejastera

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur M. Fattah Yasin

Reporter : Adi Wiyono

Kota batu, Suara Indonesia-News.Com – Pertumbuhan ekonomi kota Batu dari tahun ke tahun terus bertumbuh pesat dengan seiringnya kota Batu sebagai destinasi tujuan wisata Indonesia, setidaknya dalam satu tahun terakhir ini  kota Batu tumbuh 6 persen, namun  dibalik itu pertumbuhan ekonomi  tidak menjamin warganya hidup enak dan sejastera.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur M Fattah Yasin saat menjadi nara sumber dalam acara Musrenbang RKPD Kota Batu tahun 2017, Senin  (21/3/2016) mengatakan meski kota Batu  meski kota Batu menduduki  peringkat pertama dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 6 persen   tetapi tidak menjamin warganya menjadi sejastera, karena masih  terdapat angka pengangguran  4 persen dan dan angka kemisikinan 4,5 persen.

“Untuk itu dalam Musrenbang itu stidaknya dalam programnya bisa meminimalisir angka kemiskinan dan  penggaguran, bila hal ini dibiarkan akan menjadi masalah,” Kata dia.

Dengan dibarengi jumlah kemiskinan mencapai  4 persen kata dia, kota Batu sebagai destinasi tujuan wisata dari berbagai daerah ini, mau tidak mau dengan sendirinya  akan menghambat pembangunan daerah dan nasional.

Menurut Yasin, Musrenbang yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan, Kota, Provinsi hingga nasional dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan dengan pendekatan potensi lokal.

Lanjut dia, Dengan jalan tembus tersebut diharapkan mampu menjadi pengungkit berkembangnya perekonomian di wilayah yang dilalui, sehingga secara regional akan meningkatkan PDRB Jatim yang tahun 2015 lalu mencapai Rp 1,7 trilyun.

Lebih lanjut dikatakan, hasil Musrenbang Kota Batu harus semakin menegaskan posisi kota Batu sebagai destinasi wisata utama nasional.

“Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh Kota Batu. Dan visi misi Kota Batu sejalan dengan visi misi Provinsi Jawa Timur, utamanya dalam pembangunan pariwisata dan sentra pertanian,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Batu Eddy Rumpoko memberikan solusi untuk memberantas kemiskinan dan pengangguran, dengan menciptakan usaha baru, keratifitas, dan memiliki ide-ide baru dalam rangka membuka usaha.

Ia juga mengatakan,  perencanaan pembangunan tidak hanya urusan pembangunan fisik semata. Namun juga pembangunan sosial ekonomi, sehingga warga Kota Batu mampu meningkat kesejahteraannya.

“Kita ingin menciptakan Kota Batu sebagai Kota Layak Hidup. Jangan sampai ada orang Batu nganggur, ngamen dan menjadi pengemis,” tegas ER sapaan akrab Walikota Batu.

Jika masih ada gejolak sosial di Kota Batu, maka berarti ada yang kurang dari pembangunan yang dilaksanakan Pemkot Batu. Sehingga aparatur pemerintah harus tanggap terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Batu memang sudah di atas rata-rata Jawa Timur. Namun demikian, ER berharap agar tidak berpuas diri. Sebab pertumbuhan tersebut masih bisa ditingkatkan karena minat investasi ke Kota Batu masih sangat tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here