Banyak Warga Belum Kibarkan Bendera Merah Putih, YBD Bantu 514 Bendera

Bupati Blora H Djoko Nugroho, menerima bantuan 514 bendera merah putih dari dari Wawan, perwakilan pengurus yayasan sosial kematian Budhi Dharma Blora. Foto: Lukman/SI

BLORA, Kamis (3 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Instruksi Bupati Blora H Djoko Nugroho agar semua rumah, toko, kantor, toserba, dan toko memasang bendera merah putih satu bulan penuh dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72, belum sepenuhnya dilaksanakan warganya.

“Masuk hari ketiga, ada laporan masih banyak rumah, dan toko belum pasang bendera merah putih. Ayo camat, kades, lurah, ketua RW/RT gencar sosialisasi ke warganya,” ujar Bupati Blora H Djoko Nugroho, Kamis (3/8).

Bupati menegaskan, pengibaran sang saka merah putih secara massal, saat menerima bantuan 514 bendera merah putih dari pengurus Yayasan Budhi Dharma (YBD) Blora untuk diberikan kepada warga pedesaan di sela-sela memimpin rapat pleno panitia 17-an, di ruang pertemuan Setda setempat. Baca Juga: Keruk Ratusan Juta Rupiah, Investasi Bodong Mirna Menyerahkan Diri

“Terima kasih Pak Haji Tiek Soen, dan Mas Wawan atas kepeduliannya, ini sangat membanggakan kami serta warga Blora,” tandas Djoko Nugroho.

Di acara itu, Bupati Blora meminta kepada semua panitia untuk serius dan sepenuh hati dalam memeriahkan HUT RI-72, dan melaksanakan semua kegiatan untuk masyarakat luas.

Untuk memeriahkan HUT RI kali ini, Pemkab menggelar aneka lomba olahraga, pentas kesenian/hiburan, pengajian kebangsaan, hingga karnaval pembangunan, dan kegiatan lainnya.

Terpisah, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Blora, juga membantu puluhan bendera merah mutih untuk warga sedulur sikep (samin) di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Penyerahan bendera itu berlangsung pendapa Joglo Samin desa setempat.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Blkora menegaskan akan mencabut izin mini market, toko waralaba, dan mal/toserba bila kedapatan tidak memasang bendera merah putih pada memomentum HUT Ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia (RI) nanti.

Menurutnya, tidak asal pasang bendera saja, tapi harus mematuhi ketentuan pasang selama sebulan penuh (31 hari), mulai 1 Agustus 2017 hingga 31 Agustus 2017.

“Dan tiang maupun benderanya tidak boleh asal-asalan, harus yang bagus,” tandasnya.

Pemasangan sang merah putih harus menyuluruh, setelah pihaknya menerima masukan dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), karena dalam peringatan HUT RI sebelumnya banyak warga Blora enggan memasang sang dwi warna di depan rumahnya. (Lukman).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here