Bantuan Pemerintah Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Petani Garam Mengeluh

Petani Garam

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Minggu 18/9/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Minimnya bantuan pemerintah di tahun 2016, pada petani garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur membuat petani garam mengeluh. Meskipun ada bantuan, penyalurannya dinilai tidak tepat sasaran. Sehingga, nasib petani garam di Kabupaten Sampang, tetap terpuruk dan tidak sejahtera.

Salah satu petani garam Kelurahan Polagan, Kota Sampang, Zainal Abidin, mengatakan, bantuan pemerintah saat ini mulai minim, bahkan banyak prosedur yang harus dilakukan untuk mendapatkan bantuan itu. Sehingga membuat bingung para petani.

“Realisasinya tidak pernah terjangkau. Apalagi yang tidak masuk dalam poktan. Itu sudah jelas tidak akan pernah mendapatkan bantuan. Kami minta kepada pemerintah agar tidak tebang pilih dalam menyalurkan bantuan itu,” terangnya, Minggu (18/9/2016).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kelautan Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan (DKPP) Sampang, Moh Mahfud, membenarkan jika tahun ini bantuan pemerintah berkurang dan hanya berupa geomembran.

“Iya memang benar bantuan untuk petani garam sekarang minim hanya berupa geomembran,” ucapnya.

Tak hanya itu, Mahfud menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis tahun ini, bantuan itu akan diberikan kepada koperasi garam dan bukan lagi kepada poktan.

“Tahun ini ada bantuan. Saat ini masih dalam proses seleksi penerima. Hak hanya itu, bantuan yang ada juga berupa pengerjaan jembatan di Kelurahan Polagan dan normalisasi saluran di Desa Apaan, Kecamatan Pengarengan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here