Atlet Paralayang Tewas Terjatuh Dari Ketinggian

1 kenangan , Atlet paralayang asal Jombang Cherly Aurelia 18 Tahun meninggal dunia usai terjatuh dari ketinggian 150 meter, Selasa (12/2018) pukul 08.30 WIB

KOTA BATU, Selasa (12/6/2018) suaraindonesia-news.com – Atlet paralayang kembali berduka, kali ini Atlet paralayang asal Jombang Cherly Aurelia 18 Tahun meninggal dunia usai terjatuh dari ketinggian 150 meter, Selasa (12/2018) pukul 08.30 WIB, korban terjatuh di kawasan bukit gunung banyak Songgoriti kota Batu lantaran parasut yang digunakan tidak berfungsi normal.

Sebelumnya Syaiful Iqbal Asyofa 40 tahun asal Muara Enim Sumatra Selatan juga menjadi korban setelah mengalami kecelakaan kawasan villa Songgoriti kota Batu, oktober 2017 lalu
Kasatreskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo saat dikonfirmasi membenarkan jika atlet paralayang asal Jombang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan Songgoriti kota Batu, pada Selasa (12/2018) pukul 08.30 WIB.

“Korban terjatuh dari ketinggian sekitar 150 meter dan jatuh diareal perbukitan Songgoriti , waktu itu parasutnya sempat mengembang, namun entah karena apa tiba-tiba parasut itu tidak bisa mengembang normal, hingga menyebabkan korban langsung jatuh,” kata Anton.

Menurutnya, korban tewas karena luka pada dada dan kepala cukup parah, namun demikian hingga kini Polisi belum mengeketahui secara peris apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, apakah force major, situasi alam atau kelalaian dalam menggunakan parasut, namun demikian atlet paralayang asal jombang bersama 7 atlet lainnya yang datang Sabtu (9/6/2018) lalu mereka memiliki lesensi, korban adalah atlet junior.

Sementara Mia Ainisiyah rekan korban meyebut meninggalnya Cherly Aurelia pada kecelakaan di Batu menjadi pukulan berat bagi dirinya bahkan teman-temanya sebab semasa almarhum bersekolah, Cherly Aurelia dikenal siswa yang memiliki pribadi yang baik, rasa kesetiakawanan yang tinggi.

“Saya merasa kehilangan sahabat yang baik, entah mengapa bisa terjadi seperti ini, aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini, kenangan cherly berakhir di kota Batu,” kata Mia sambil menanggis
Saat ditemui usai menunggui jenasah Cherly diruang jenasah RS Hasta Brata.

Mia mengaku satu sekolahan dengan korban, Ia bersama satu sekolah di SMAN Ploso Jombang, namun berbeda jurusan, Korban jurusan IPS dan dirinya jurusan IPA, sama-sama lulus tahun ini yakni tahun 2018.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here