Atasi Persolan Sampah, DLH Kota Batu Tambah Container Disetiap Desa

Punjul Santoso wakil walikota Batu

KOTA BATU, Selasa (13/2/2018) suaraindonesia-news.com – Untuk mengatasi persolan sampah terutama di desa-desa, Pemerintah kota (Pemkot) Batu dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 akan mengalokasikan penambahan container sebab selama ini container yang ditempatkan di Tempat Pembuangan Sementara(TPS) tidak mencukupi dengan jumlah sampah yang ada.

Punjul Santoso Wakil Walikota Batu mengatakan belum terangkutnya sampah di TPS itu salah satu penyebab karena jumlah container yang dimiliki Dinas lingkungan Hidup (DLH) kota Batu sangat terbatas hingga mengalami keterlambatan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tlekung.

“Untuk mengatasi persolan itu tahun ini Pemkot Batu akan mengalokasikan penambahan jumlah container, container itu rencananya akan ditempatkan di desa-desa di tiga Kecamatan,” Kata Punjul, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, dengan penambahan container itu masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah dipekarangan rumah atau disungai, mereka cukup membuang sampah di TPS atau tempat sampah yang telah disediakan.

Ia juga mengungkapkan kebiasaan masyarakat membuang sampah rumah tangga yang terjadi belakangan ini di dusun Kungkuk Punten tidaklah tepat karena menganggu masyarakat terutama wisatawan yang hendak berkunjung ke desa wisata.

Baca Juga: Museum Angkut Dapat Hibah Mobil Listrik Hemat Energi Karya Mahasiswa UB 

“Oleh sebab itu dengan adanya penambahan container, permasalahan sampah akan bisa terurai, di sana nanti juga disediakan container sampah, dengan jadwal angkut yang dilakukan secara rutin,” jelasnya.

Kurangnya container, kata Punjul juga terjadi di belakang gedung SMAN 01 Batu, karena banyak sampah yang tercecer hingga menimbulkan protes warga Kelurahan sisir RW 01 dan RW 02, karena seringnya factor keterlambatan pengangkutan sampah.

“Dengan penmabahan jumlah container yang akan ditempatkan di desa-desa itu, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi, akan membayar retribusi sampah, meski mereka memiliki lahan yang luas untuk membuang sampah, tetapi mereka akan membuangnya di TPS,” ungkapnya.

Lanjut dia, yang terpenting mesin pencacah sampah yang ada di TPA Tlekung itu bisa berfungsi, bisa bekerja secara professional, dengan harapan sampah tidak menumpuk seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat beberapa hari lalu.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here