Atasi Pengelolaan Sampah di Destinasi Pariwisata Raja Ampat, Kemenpar Gelar Rakor

Rakor di Aula ruang rapat kantor bupati, jalan kompleks perkantoran Pemkab Raja Ampat, Kamis (12/10).

RAJA AMPAT, Jumat (12/10/2017) suaraindonesia-news.com –¬†Papua Barat secara umum dan Raja Ampat pada umumnya merupakan wilayah yang kaya akan biodiversitinya. Kekayaan itu sangat berharga untuk kehidupan masyarakat, termasuk juga dalam pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan taraf hidup.

Sektor yang cukup memberi kontribusi dalam menggerakan perekonomian daerah ini adalah pariwisata. Pada 4 (empat) tahun terakhir, kunjungan wisatawan Raja Ampat meningkat drastis hingga 2 kali lipat. 2013 jumlahnya 11.000-an (sebelas ribuan) di tahun 2016 jumlahnya pun meningakat mencapai 27.000-an (dua puluh tujuh ribuan). Raja Ampat yang mengantongi predikat sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia, karena keindahan panorama bawah lautnya sedang berjibaku dengan persoalan sampah.

Sehingga Kemenpar (Kementerian Pariwisata) bersama Pemerintah daerah setempat dan stakeholder lainnya menggelar rakor (rapat koordinasi) selama 1 (satu) hari yang membahas terkait pengelolaan sampah di destinasi pariwisata Raja Ampat, di aula ruang rapat kantor bupati, jalan kompleks perkantoran Pemkab Raja Ampat, Kelurahan Warmasen, Distrik Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat kemarin, Kamis (12/10).

“Kementerian pariwisata sebagai fasilitator dalam program tata kelola destinasi pariwisata sepakat, bahwa permasalahan sampah adalah critical issue yang harus segera dicarikan formulasinya,strategi pengelolaannya. Agar pengelolaan sampah di raja ampat dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” kata Kusnoto, kepala bidang tata kelola destinasi pariwisata khusus, saat membacakan sambutan ASDEP Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI.

Lanjutnya lagi, untuk mengatasi diperlukan suatu pondasi kebijakan, perangkat dan komitmen para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

“Maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran dan partisipasi dari stakeholder terkait, termasuk didalamnya pemerintah,masyarakat dan private sektor di raja ampat dalam pengelolaan sampah yang tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutan, Kusnoto menyampaikan,atas nama kementerian pariwisata kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, pelaku pariwisata atas sinergi yang baik. Harapannya melalui kegiatan ini mampu memberikan manfaat bagi perkembangan pariwisata Raja Ampat-Indonesia.

Sementara Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati melalui asisten III bidang administrasi umum, Lasiman kepada suara indonesia mengatakan, tanggung jawab kebersihan daerah ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Namun sudah menjadi kewajiban kita bersama. Artinya masyarakat memiliki tanggung jawab untuk membersihkan lingkungannya.

“Saya berharap melalui kegiatan rakor pengelolaan sampah yang di fasilitasi oleh kementerian pariwisata, dapat memberikan solusi dan mengatasi terkait pengelolaan sampah di daerah destinasi pariwisata raja ampat,” tandasnya.¬†(Zainal La Adala)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here