Antisipasi Banjir, PU Cikatarung Tambah Personel Pematusan

Kepala Dinas PU Cipta Karya Dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto

Reporter: Sarimin

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatraung) Sumenep, Madura, Jawa Timur terus menambah personel tim pematusan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang (Cikatarung) Sumenep, Bambang Iriyanto mengatakan, awalnya tim pematusan berjumlah sebanyak 15 orang, namun setelah dilakukan evaluasi jumlah tersebut tidak sebanding dengan tugas yang harus diemban setiap hari. Sehingga harus menambah personel sebanyak 10 personel lagi.

”Jadi saat ini tim itu sudah berjumlah sebanyak 25 orang,” katanya, Minggu (15/5/2016).

Ia mengatakan, munculnya gagasan tersebut setelah beberapa tahun terkhir diwilayah perkotaan sering terjadi genangan air yang menimbulkan terjadinya bencana banjir. Setelah dilakukan evaluasi, salah satu faktor yang menyebabkan tejadinya bencana banjir karena tersumbatnya sejumlah drainase yang disebabkan ulah manusia,

Hal ini terjadi karena kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah, sehingga banyak warga membuang sampah sembarangan termasuk disejumlah drainase.

Sementara daerah potensi banjir yang perlu diwaspadai adalah di kawasan desa Muangan Kecamatan Saronggi, desa Sindir, Kecamatan Lenteng, termasuk di sejumlah titik yang berada di wilayah perkotaan utamanya disepanjang kali marengan saat meluap.

”Jadi, tugas utama satgas pematusan itu untuk membersihkan saluran air. Mereka ditugaskan diberbagai titik yang berada diseputar kota selama 24 jam,” imbuhnya.

Mantan Kepala Disbudparpora Sumenep ini mengatakan, meskipun tugas yang diembannya dinilai sangat berat, namun pihaknya hingga saat ini belum bisa memberikan kontribusi layaknya karyawan yang lain. Karena status 25 Satgas pematusan ini sukarealawan (Sukwan).

”Jadi, kami belum bisa menggaji mereka, mereka stausnya masih suka relawan,” tegasnya.

Menurut Bambang, penanganan banjir merupakan tugas lintas sekotral, sehingga Instansinya juga bekerjasama dengan Dinas PU Pengairan termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengantisipasi banjir.

Oleh sebab  Disamping itu, pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk ikut mengantisipasi, minimal dengan menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai karena berpotensi menyebabkan meluapnya air.

”Kami himbau masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan termsuk disungai atau drainase. Karena sungai dan drainase bukan tempat sampah, bahkan itu bisa menjadi salah satu penyebab banjir,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here