Anggota Sat Lantas Polres Probolinngo Kota Bekuk Pelaku Yang Diduga Sindikat Tindak Kejahatan Pencurian Mobil

SUARA INDONESIA.NEWS.COM-PROBOLINGGO – Brig Pol M. Ilham anggota Sat Lantas Polres Probolinggo Kota hari ini Rabo (14/01/15) sekitar jam 13.00 dijalan raya Pesisir Probolinggo berhasil membekuk  pelaku yang diduga merupakan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur.

Kronologis dibekuknya pelaku yang diduga merupakan sindikat curanmor tersebut berawal dari petugas PHL Sat Lantas Polres Probolinggo Kota yang saat itu sedang berdiri didepan Pos polisi Desa Tambak Rejo Tongas ditabrak oleh mobil Xenia warna Hitam yang dikemudikan oleh pelaku  dari arah Pasuruan(barat) ke arah Probolinggo.

Mengetahui petugas PHL ditabrak dan yang menabrak melarikan diri Brigadir Polisi M. Ilham yang saat itu bertugas di Pos Polisi Tambak Rejo langsung mengejar pelaku dengan mengendarai mobil juga. Pelaku disuruh berhenti tidak mau, hingga kejar kejaran sampai di Desa Pesisir pelaku melompat dari mobilnya sampai berguling-guling terus melarikan diri kearah pesisir pantai. Dan mobil yang dilepas pelaku  melaju sendiri tanpa ada yang mengemudikan, mobil baru berhenti setelah menabrak sebuah warung.

Mengetahui pelaku melarikan diri kearah pesisir pantai Brig Pol Ilham turun dari mobil langsung mengejar pelaku dengan dibantu warga setempat, bahkan pelaku mengancam warga yang ikut membantu mengejarnya. Sampai pesisir pantai pelaku bisa dibekuk oleh Brig Pol M. Ilham dan langsung dibawa ke Mapolres Probolinggo Kota diserahkan kepada Sat Reskrim.

Sedang mobil yang dikemudikan oleh pelaku setelah dilakukan penggeledahan oleh petugas didalam mobil dijog bagian tengah ditemukan sebuah sajam jenis clurit dengan bentuk menyerupai bunga turi  sepanjang 50 cm.

Terkait dengan kasus tersebut Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP. Damar Bastiar Amarapit ST kepada wartawan mengatakan, bahwa pelaku beranama Agus Bin Mansur (30) warga Rembang Pasuruan.

Kepada petugas tersangka mengatakan mobil disewa dari Yono warga Wonorejo Pasuruan, tujuan mau ke Lumajang.

“Kasus ini sekarang masih kita selidiki, pelaku kita sidik jari dicari indentitasnya apakah dia merupakan salah satu pelaku sindikat curanmor atau tindak kejahatan yang lainnya. Karena ada indikasi sekarang banyak kendaraan bermotor baik R2 maupun R4 hasil tindak kejahatan yang dijual ke Lumajang,” terang Kasat Reskrim.

Sementara ini pelaku kita jerat dengan UU Darurat nomar 12 Tahun 51 dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara, tandas Kasat Reskrim. (Singgih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here