Anggota Komisi IX DPR RI; Masyarakat Harus Diedukasi Bahaya PCC

Ayub Khan saat menjadi pembicara di KIE Kreatif BkkbN bertempat di Desa Bagorejo, Kec. Gumukmas. (Foto: Guntur/SI)

JEMBER, Jumat (13 Oktober 2017) suaraindonesia-news.com – Banyaknya korban akibat beredarnya PCC ( Paracetamol Caffein Carisoprodol ) menuai respon dari Anggota Komisi IX DPR RI, Ayub Khan.

“PCC adalah obat penghilang rasa sakit, semisal pasca operasi, namun jika dosisnya berlebihan akan mengakibatkan halusinasi,” terang Ayub Khan saat berkunjung ke Desa Bagorejo, Kec. Gumukmas untuk mensosialisasikan Program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif BkkbN, Jumat (13/10)

Ayub menambahkan bahwa PCC telah dicabut ijin edarnya sejak lama oleh Kementerian Kesehatan.

“Sehingga jika masih beredar maka statusnya illegal,” tambah Ayub.

Namun mereka (produsen, red) tetap mencari celah untuk memasarkan obat ini.

“Saya yakin di Jember ini ada, karena sejatinya bisnis ini ilegal sehingga selalu mencari celah,” tegasnya.

Model bisnisnya seperti home industri, lanjut Ayub, bahan bakunya mendatangkan dari luar negeri kemudian diracik sendiri.

“Pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemahaman Bahaya PCC,” tandasnya.

Sebelumnya, Satreskoba Kepolisian Resor Jember, bersama Dinas Kesehatan setempat melakukan sidak ke beberapa apotek di Jember untuk mengantisipasi peredaran obat PCC ini pada Kamis 28 September 2017. (Guntur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here