Anggota CU Masih Terus Hadapi Persoalan Dalam Mengembangkan Usaha

Para pengurus KSP CU Gema Swadaya

LUMAJANG, Sabtu (6/10/2018) suaraindonesia-news.com – Ada 4 persoalan dasar yang terus menerus dihadapi oleh anggota dalam membangun dan mengembangkan usaha, yaitu pertama modal dan infrastruktur, kedua keterampilan juga pengetahuan dan inovasi, ketiga jaringan dan keempat pasar.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Gema Swadaya, Misbai Naifah saat peluncuran Program Pinjaman Musiman Gotong Royong, tadi siang.

Yang melatarbelakangi kegiatan ini, kata Isna adalah bahwa KSP CU Gema Swadaya Jawa Timur, sebagai koperasi yang terus bergerak untuk memastikan anggotanya menuju perubahan pada peningkatan kesejahteraan.

“Karena salah satu fungsi pokok CU ini adalah sebagai lembaga organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial yang melakukan fungsi sosial, ekonomi, dan politik,” katanya kepada sejumlah wartawan.

CU Gema Swadaya, menurut Isna adalah KSP yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam memperoleh akses dan pendidikan keuangan sesuai dengan kebutuhan anggotannya.

“Pendidikan akan meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola keuangan keluarga yang digunakan untuk biaya usaha baik peranian, perdagangan dan usaha-usaha lainnya,” tambahnya.

Setidaknya ada 4 persoalan dasar yang terus menerus dihadapi oleh anggota dalam membangun dan mengembangkan usaha tersebut, kata Isna perlu dicarikan sebuah solusinya.

“Kami sangat berharap Bupati hadir, agar bisa menyaksikan sendiri apa yang sudah dilakukan CU KSP Gema Swadaya, dan bisa memberikan dukungan dari akses pemerintahan,” imbuhnya.

Hal yang senada disampaikan Dewan Pertimbangan Gerakan Masyarakat Pedesaan Lumajang (Gemapalu), Iwan Kusuma, yang lebih akrab dipanggil Cak Ndut ini, kepada wartawan mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar ini, dibutuhkan support dari berbagai pihak.

Dan atas dasar itulah maka KSP CU Gema Swadaya Jawa Timur memandang perlu untuk membuat suatu program “skema pembiayaan rantai nilai (value chain finance atau VTC)” dengan memggunakan produk pinjaman yaitu Program Pinjaman Musiman Gotong Royong ini.

“Tujuan dari pinjaman itu adalah untuk mempermudah akses terhadap input dan pasar. Kedua, dengan kemudahan akses ini, diharapkan dapat meningkatkan biaya produksi usaha pertanian,” papar Cak Ndut.

Melalui mekanisme sebuah kelompok, menurut Cak Ndut, akan bisa dipastikan bagaimana setiap anggota memperoleh akses yang sama dan mendapatkan manfaat yang sama pula.

“Yang lebih penting lagi adalah melalui kelompok petani akan memperkuat nilai dan budaya gotong royong sudah mulai luntur oleh cara pandang pragmatis dan konsumtif,” tambahnya.

Dikatakan Pengurus KSP CU Gema Swadaya Koordinator Wilayah Argosari, Liswin juga menjelaskan bahwa pinjaman musiman gotong royong ini sedang diujicobakan kepada petani kentang di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Dimana petani akan mendapatkan pinjaman, seperti bibit, obat, pupuk dan pemasaran hasil produksi melalui kelompok,” ujarnya saat diwawancarai swjumlah media.

Yang sudah berjalan saat ini, kata Liswin ada sekitar 326 petani Desa Argosari menjadi target ujicoba tersebut.

“Melalui CU Gema Swadaya, saya berharap skema model bisnis ini bisa diaplikasikan diwilayah lain dan akan semakin banyak petani yang memperoleh manfaat dari program ini,” bebernya.

Dari pantauan awak media, Peluncuran Program Pinjaman Musiman Gotong Royong, ini dihadiri oleh 250 tamu undangan dari Lumajang, Probolinggo, Jember dan Malang.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here