Anggaran Minim, Tunjangan Para Medis di RSUD Chasan Baoesoirie Malut

Kepala biro keuangan Setdaprov Malut (Ahmad Purubaya)

Reporter: Ipul

Sofifi Malut, Minggu (4/12/2016) suara indonesia-news.com – Kepala biro (karo) keuangan setdaprov Maluku Utara (Malut) Ahmad Purubaya mengaku molornya pembayaran hak tenaga medis di RSUD Chasan Boesoire karena minimnya anggaran, makanya dibijaki dengan mengusulkan dalam APBD perubahan 2016.

“Sudah dianggarkan tinggal menunggu dokumen anggarannya dievaluasi kementrian dalam negeri langsung dibayarkan,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Evaluasinya masih tersisa 10 hari lagi bila sudah disetujui lansung dibayarkan,
Meski demikian Ahmad mengaku RSUD hingga kini belum menyetor pembiayaan BPJS sementara salah satu tunggakan pemprov yakni jasa BPJS baru akan dibayarkan setelah RSUD menyetor pembiayaan BPJS ke kas daerah.

“2017 nanti model pembayarannya yakni seluruh kebutuhan RSUD diakomodir sekaligus agar tidak lagi tertungak,” terangnya.

Diketahui hak tenaga medis yang tertungak itu adalah tunjangan perawat, bidan, jasa BPJS dan jasa umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here