Anak Diterlantarkan di Bengkulu, Komnas Perlindungan Anak: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Kiri Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Tengah Naumi Lania Kornas PA, Kanan Dhamang Sasongko Sekjen Komnas PA

Jakarta, Jumat (6/1/2017) suaraindonesia-news.com – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, penelantaran anak autis atau anak berkebutuhan husus (ABH) yang dialami  Abet Tegar Pratama (8) yang beralamat di Jl. tirta Kencana Gg Malik No. 16 Rt 03 Rw 01 Kelurahan Banyumas Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu merupakan kejahatan kemanusiaan.

“Ini kan anak manusia kok bisa melakukan tindakan penelantaran bahkan tidak mau mengakui karena mengalami autis atau anak berkebutuhan husus, saya kira ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Arist, saat di hubungi suaraindonesia-news.com melalui saluran telpon, Jumat (6/1/2017).

Menurut Arist, apa yang menimpa Tegar, bukan ke inginannya, “dia kan tidak berkendak menjadi orang autis, dia lahir di dunia ini bukan kehendaknya,” ujar Arist.

Ibu Retha, bersama anaknya Abet Tegar Pratama
Ibu Retha, bersama anaknya Abet Tegar Pratama

Maka dari itu, lanjutnya, anak-anak yang membutuhkan pertolongan harus ditolong dan tidak boleh melakukan tindakan diskriminasi.

Dikatakan Arist, Kalaupun ada anak berkebutuhan husus (ABH) dirumah kita, itu merupakan pemberian tuhan yang sangat luar biasa karena kalau kita tidak mampu mengurus anak seperti itu tuhan tidak akan menitipkan kepada kita.

“Kalau ada orang yang tidak mampu untuk merawat maka harus diambil alih oleh dinas sosial untuk diberikan pelayanan husus untuk anak yang ABH,” terang Arist.

Untuk itu, kata dia, Komnas anak mendorong agar masyarakat, orang tua dan pemerintah harus memberikan perhatian husus bagi anak-anak yang berkebutuhan husus (ABH), karena menurut Arist, itu adalah dasar dari undang-undang perlindungan anak.

“Jadi Komnas anak mendorong pemerintah harus menangani anak yang berkebutuhan husus dengan penanganan anak-anak secara husus juga sesuai dengan perintah undang-undang perlindungan anak,” tegas Arist.

Ditambahkan Arist, jadi orang tua juga tidk perlu merasa malu terhadap anak yang situasinya  anak berkebutuhan husus (ABH).

Sebelumnya, Kornas PA Naumi Lania, menemukan Abet Tegar Pratama bersama ibunya (Retha) yang sedang berteriak-teriak karena sudah tidak memiliki uang sementara anaknya (Abet Tegar Pratama, red) kelaparan hingga menangis, saat itu juga Naumi Lania menyantuni sekedarnya.

Menurut Bunda Naumi sapaan akrab Naumi Lania, mengatakan, bahwa ibu Retha menceritakan apa yang dialaminya.

“Saya sangat prihatin setelah mengetahui apa yang dialami ibu Retha, anaknya (Abet Tegar Pratama) mengalami autis, sementara Ayahnya menelantarkannya bahkan tidak mau mengakuinya,” terang Naumi, Jumat (6/1/2017).

Padahal kata Naumi, Ayah dari Tegar diketahui merupakan orang ternama di Bengkulu, bahkan saat ini dikabarkan akan mencalonkan diri dipilkada mendatang.

“Ayah tegar ada di Bengkulu. di kantor REI Bengkulu, di Jl.  Hobrida / pondok idaman Ester Bengkulu, nama ayah Tergar H. Hamdani/Danil Alwi dia mantan ketua REI Provinsi Bengkulu/PT. idaman Graha Mandiri Bengkulu,” tukas Naumi. (Zaini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here