AMO Maut, Garis Polisi Hilang di Tempat Meninggalnya Pelajar Asal Bali

BALI, Sabtu (19 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Garis polisi yang dipasang melingkar di sekitar tempat tewasnya pelajar, Rendi Rizaldi (13), yang meninggal karena kesetrum pada waktu minum Air otomatis (AMO) yang di sediakan di sebelah selatan Lapangan Puputan, Denpasar, Bali, sudah tak tidak ada.

PDAM pun kini berencana bakal mencabut atau meniadakan AMO maut tersebut.

Pantauan reporter Suara Indonesia (SI), Sabtu (19/8) sore, police line yang dipasang di TKP AMO itu sudah tiada.

Padahal, dua hari sebelumnya, police line masih tampak mengitari kawasan tersebut.

“Tiga hari yang lalu saya masih melihat garis police di sekitaran itu, Nah mulai kemaren saya sudah tidak melihat, apa sengaja di jabut apa gima saya tidak tau” terang Nanik pedagang lumpia di Lapangan Puputan.

Sementara itu, Wayan Kerti
Dikrektur Utama (Dirut) PDAM Denpasar Ida Bagus Gde Arsana mengaku tidak tahu menahu soal mengapa polisi mencabut police line tersebut.

Arsana mengaku selama ini pihaknya tidak pernah lagi dipanggil kepolisian soal kasus tewasnya Rendi Rizaldi.

“Itu bukan permintaan kami. Saya tidak tahu perkembangannya, karena saya juga tidak pernah dipanggil lagi. Saya sebenarnya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” kata pria berbadan tinggi besar itu.

Namun demikian, Arsana mengaku sebetulnya pihak PDAM Denpasar justru menginginkan agar AMO yang menewaskan Rendi itu bisa dicabut segera.

Sebab, jika dibiarkan terus berdiri di sana, maka berpotensi membuat masyarakat khususnya anak-anak trauma.

“Kalau memang police line sudah dicabut, kami mungkin akan minta izin agar AMO itu dicabut saja. Biar tidak menimbulkan trauma,” katanya.

Sebelumnya, keluarga Rendi Rizaldi sudah tidak lagi mau memperpanjang kasus tersebut secara hukum atas kematian anaknya. Baca Juga: Sayang, Penyaluran Rastra di Kabupaten Bogor Tak Layak Konsumsi

Mereka pasrah dan mengambil jalan kekeluargaan dengan Pemkot Denpasar dan PDAM Denpasar.

Keluarga almarhum Rendi telah mencabut semua laporan mereka, dan tidak mau lagi bersusah dan menyusahkan pihak lain.

Kendati demikian, pihak kepolisian waktu itu mengaku tetap ingin melanjutkan kasus tersebut.

Hanya saja, sebelumnya pihak kepolisian mengaku tidak menemukan adanya tindakan kelalaian.

Direktur LBH Bali, Dewa Putu Adnyana mengatakan yang dihubungi mengatakan dirinya beberapa kali sudah bersurat kepada kepolisian namun tidak mendapatkan balasan.

Terkait dicabutnya police line di TKP, menurut Adnyana, hal tersebut sudah melangkahi prosedur. Karena belum ada kejelasan siapa yang patut bertanggungjawab terhadap kematian Rendi itu.

“Karena belum ada yang ditetapkan, sebenarnya semua proses, dan barang bukti tidak boleh diganggu sebenarnya,” kata Adnyana.(Sudirman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here