Akibat Ulah Oknum, Kelompok Tani Kayu Arang Di Aceh Rugi

Reporter: Rusdi Hanafiah

Langsa-Aceh, 08/07/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Sejak berdirinya KSU Koperasi yang ada di Aceh Timur, untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya bukan untuk kepentingan segelintir oknum tertentu, terlebih lagi kegiatan koperasi tersebut telah disalah gunakan oleh oknum untuk memperkaya diri dan kelompok tertentu.

KSU Flora Potensi yang berdiri sejak tahun 2010 dan bergerak di bidang usaha arang serta memiliki lahan seluas 3000 hektar lebih di wilayah Aceh Timur, namun ironis nya sejak berdirinya KSU tersebut hanya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab empat tahun terakhir ini.

Pengurus KSU Koperasi Flora potensi, Ramadhan Jamil, mengatakan kepada Wartawan di Langsa, Sabtu (6/8/2016) bahwa selama ini koperasi tersebut berjalan tidak sebagai mana mestinya.

“Yakni, sudah disalah gunakan oleh ketua koperasi itu sendiri (Agusriadi) secara sepihak bekerja sama dengan PT Niaga Makmur (Asiong),” jelasnya.

Menurut Ramadhan Jamil, selaku pengurus KSU Flora Potensi, hal ini sangat merugikan masyarakat juga pengurus Koperasi sendiri, tanpa mereka melakukan kordinasi serta musyawarah dengan pengurus koperasi.

ā€¯Terlebih lagi dalam pengangkutan arang yang dilakukan oleh PT Niaga Makmur (Asiong) selalu menggunakan dokumen KSU Flora Potensi, padahal wilayah kerja KSU Flora Potensi beroperasi diwilayah hukum Aceh Timur dan kota Langsa, namun arang mereka angkut termasuk arang yang hasil operasional kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu merupakan pembohongan dan penipuan yang dilakukan pihak PT Niaga Makmur (Asiong/Lehanas Makmur) yang di duga telah bekerjasama secara sepihak atas nama Agusriadi ketua koperasi KSU Flora Potensi itu sendiri.

Sementara itu, Abu Ketua Kelompok Petani Kayu Arang UBE UBENA dan sejumlah pengurus KSU Flora Potensi, menjelaskan, pihaknya selama 4 tahun terakhir ini tidak terkordinir secara baik, harga arang tidak sesuai lagi, biasanya mereka membelinya se harga Rp 2.400/kg.

“Sekarang hanya Rp 2,200/kg kadang cuma Rp 1,800/kg, jika seperti ini, nasib kami sebagai petanianya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here