Agar Tidak Dianggap Kuno, Pramuka Harus Ikuti Perkembangan

Deretan pengurus Depan Universitas Airlangga yang dilantik Wagub Jatim, Rabu sore di UNAIR.

Reporter : Adhi

Surabaya, suaraindonesia-news.com – Bertempat di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H. Saifullah Yusuf melantik segenap jajaran Pengurus Majelis Pembimbing dan   Gugus Depan Surabaya 622-623 Pangkalan Universitas Airlangga, Rabu (4/5) sore. Pelantikan pengurus masa bakti tahun 2016-2019 tersebut disusul dengan pembukaan Kursus Mahir Dasar Pramuka Universitas Airlangga.

Para pengurus yang dilantik yaitu Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., AK., CMA selaku ketua, Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM selaku ketua harian, Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., selaku wakil ketua, dan Drs. Koko Srimulyo, M.Si selaku sekretaris.

Pejabat lain yang juga dilantik meliputi anggota Bidang Pengabdian Masyarakat, Bidang Kerjasama dan Pengembangan Sumber Daya, Bidang Bela Diri, Bidang Pengembangan Telekomunikasi dan Informasi, serta Bidang Pengarsipan dan Wawasan. Selain itu, dilantik pula Pembina Gugus Depan Surabaya 622, Pembina Gugus Depan Surabaya 623, serta Badan Pemeriksa Keuangan.

Dalam laporannya, Prof. Nasih mengatakan bahwa gerakan pramuka selayaknya menjadi garda terdepan dalam upaya mengembalikan kampus dalam kondisi yang normal.

“Independen, nonpartisan, serta menjunjung tinggi nilai akademik tidak bisa dipisahkan dengan nilai-nilai kehidupan pramuka. Kondisi lingkungan kita berubah secara signifikan. Lingkungan kita saat ini berbeda dengan dulu. Semua lingkungan seyogianya bisa menjadi guru. Berguru bukan melalui guru atau dosen di kelas, namun juga pada lingkungan,” ujarnya.

Sementara Wagub Jatim Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, dalam sambutannya mengatakan bahwa agar tidak dianggap kuno, pramuka harus menjadi gerakan yang dapat mengikuti perkembangan zaman.

“Pramuka selayaknya menyediakan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga tidak dianggap kuno. Kalau perlu dengan dengan teknologi mutakhir. Kita ingin pramuka bukan hanya milik pemerintah, tapi juga menjadi milik rakyat. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda pramuka Jawa Timur bisa menjadi percontohan bagi provinsi-provinsi yang lain,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gus Ipul juga mengatakan bahwa pihaknya sedang menggalakkan gugus perempuan. “Kaum perempuan akan kita gerakkan, supaya pramuka tidak hanya milik pengurus, tapi juga milik rakyat seperti yang dicita-citakan Bung Karno,” katanya.

Dalam kesempartan selanjutnya, Wagub juga sekaligus membuka Kursus Mahir Dasar Pramuka UNAIR. Kursus Mahir Dasar ini akan berlangsung h  hari ini, hingga Minggu (8/5).

Kursus Mahir Dasar Pramuka yang telah dibuka akan berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan Cabang (Pusdiklatcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya. Pada kursus dasar tersebut, peserta akan dilatih untuk menjadi pembina pramuka. Peserta yang diberikan pelatihan berasal dari anggota pramuka UNAIR maupun dari universitas luar, serta dilatih langsung oleh pelatih dari Pusdiklancab Surabaya.

Ditemui di tempat terpisah, Eka Titik Wuryanti selaku Ketua UKM Pramuka UNAIR mengatakan bahwa tantangan pramuka saat ini adalah memperkenalkan pramuka kepada masyarakat bahwa pramuka memiliki kegiatan yang beragam. Berbagai kegiatan tersebut bersifat mengembangkan karakter pribadi, dan memiliki banyak pelajaran jika didalami.

“Program lanjutan pramuka nanti yaitu pengembangan diri anggota intern, serta melatih mengembangkan watak leader. Mereka akan diajari berbagai pendidikan karakter, meliputi bagaimana mengambil keputusan yang baik dan tepat, komunikasi yang baik, dan hal-hal yang sifatnya praktis. Harapannya, pramuka UNAIR bisa membawa dampak positif untuk UNAIR,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here