Ada Tim Penilai Adipura, PKL Diliburkan

PKL sedang ditertibkan

LUMAJANG, Senin (12/03/2018) suaraindonesia-news.com – Dengan alasan ada penilaian dari Tim Adipura, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di beberapa jalan protokol dalam Kabupaten Lumajang untuk sementara waktu harus bersabar untuk tidak berjualan.

Larangan tersebut dikeluarkanya surat pemberitahuan dari Satpol PP Kabupaten Lumajang Nomor: 300/627/427.46/2018, tertanggal 12 Maret 2018, tentang pemberitahuan untuk tidak melakukan kegiatan berjualan.

Terkait larangan berjualan bagi PKL tersebut sifatnya hanya sementara saja. Jadi bagi yang sering mengais rejeki di area trotoar jalan utama selama tiga hari mulai 13-15 Maret 2018 mendatang.

“Biarpun cuma tiga hari saja itu sudah mengurangi penghasilan kami para PKL. Apalagi pelarangan itu sementara hanya karena mau ada penilaian Piala Adipura oleh tim dari pusat ke Kota Lumajang,” keluh Arman salah satu pedagang di samping TK Kartika tadi siang.

“Masak setiap kali ada penilaian Tim yang selalu di obral dari pihak PKL saja,” imbuhnya.

Arman dan kelompok PKL lainnya sebenarnya ingin memiliki tempat khusus agar tidak selalu diusir sana sini.

“Kami sebenarnya juga memikirkan dan saling mengerti antara kepentingan umum dengan kepentingan pribadi. Kalau sudah ada surat seperti ini kami semua nurut,” ungkapnya.

Seperti yang tertuang pada surat pemberitahuan, Kasat Pol PP meminta
kerjasamanya bagi rekan-rekan PKL untuk mendukung kegiatan yang dikonsentrasikan pada jalan utama di dalam kota seperti Jalan A Yani, PB Sudirman, Suwandak, Kyai Ilyas, dan Yos Sudarso. Selain itu juga beberapa jalan lainya yang terindikasi bakal didatangi tim penilai Piala Adipura, seperti Jalan Sutoyo, Imam Suja’i, Abu Bakar, Sultan Agung, Kyai Ghozali, Suprapto, Brigjen Katamso dan Gajah Mada.

Baca Juga: Rusunawa Banyak Ditinggalkan Penyewa Karena Bocor dan Rusak – 

Dan para PKL yang berada dikawasan larangan tersebut diharap tidak meninggalkan gerobak maupun barang dagangan serta perlengkapan lainya disekitar trotoar jalan. Jika himbauan ini tidak dihiraukan Satpol PP bakal menindak tegas.

Terkait Piala Adipura, seperti tahun 2017 lalu Kabupaten Lumajang menyabet Adipura Kencana.

Anugerah dibidang kebersihan ini menurut Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Lumajang, Zaenal Abidin mengatakan jika hal itu tentunya tidak lepas dari buruknya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa/Kecamatan Sumbersuko.

Diharapkan oleh Zaenal kalau Pemerintah itu harus segera keluar mencari terobosan dan berinovasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah.

“Ketika langkah itu dibarengi sistem pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan tidak hanya sebatas pada TPA melainkan secara umum seperti dipasar, maka akan tercipta kebersihan yang absolut,” katanya.

Dengan akan diraihnya kembali anugerah Adipura, maka setidaknya menjadi motivasi semua leading sector untuk lebih berkreasi menuntaskan permasalahan sampah sampai pada titik ramah lingkungan.

“Penilaian menuju Piala Adipura tahun ini memang super ketat secara nasional, maka dari itu bantuan masyarakat untuk bisa meraihnya sangat diperlukan,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here