Achmad Fauzi : Berkat NU, Radikalisme Tidak Masuk Sumenep

Tengah Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf, Kanan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Sebanyak 98,1 Persen warga Sumenep adalah muslim. Sisanya adalah umat beragama lain, pernyataan tersebut di sampaikan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan dalam acara Haul Akbar KH Achmad Sufyan Miftahul Arifin dari Situbondo, di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

”Sebesar 98,1 persen warga Sumenep adalah muslim. Yang terdata, ada 1.600 pondok pesantren. Yang tidak terdata, tentu juga banyak. Ada satu benteng dan enam gereja,” kata Wabup Sumenep, Achmad Fauzi.

Walau terdapat beberapa agama lain di Sumenep, namun hingga saat ini patut disyukuri karena kondisi warga tetap kondusif. Umat muslim selalu bergandengan  dengan umat lain. Bahkan, di pastikan tidak ada faham radikalisme yang masuk ke Sumenep.

”Semua hidup rukun berdampingan. Faham radikalisme tidak masuk ke Sumenep. Semua itu, berkat ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) yang secara intens terus melakukan sosialisasi tentang bahaya faham radikalisme dan faham lain,” terangnya.

Haul Akbar KH Achmad Sufyan Miftahul Arifin dari Situbondo, di pulau Sapudi dihadiri ribuan warga dan tokoh masyarakat setempat. Hadir pula, Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf, KH Zakki Abdullah, KH Zainuri Sufyan Miftahul Arifin, Ketua PC NU Sumenep dan KH Pandji Taufiq. (Zaini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here