5.750 Sertifikat Tanah Dibagikan Presiden Joko Widodo di Alun alun Lamongan

Presiden Joko Widodo di sambut Bupati Lamongan H. Fadeli di Alun alun Lamongan

LAMONGAN, Kamis (08/03/2018) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 5.750 sertifikat diserahkan Presiden Joko Widodo kepada masyarakat di lima kabupaten Jawa Timur. Dari data yang dihimpun, rinciannya, untuk Kabupaten Lamongan, Jokowi menyerahkan 1.500 sertifikat, milik warga di 8 desa, diantaranya, Beru, Tugu, Dermolemahbang, Sukobendu, Mojosari, Sumberagung, Simbatan, Tunggunjagir di dua Kecamatan Mantup dan Sarirejo.

Jokowi juga menyerahkan sertifikat 1.500 untuk warga di Kabupaten Bojonegoro, Gresik 1.500, dan perwakilan dari Tuban 750 sertifikat serta Sidoarjo sebanyak 500 sertifikat.Penyerahan sertifikat tersebut dipusatkan di Alun-alun Lamongan, Kamis (8/3).

Tari-tarian khas Lamongan kreasi 1821 tanpa menggunakan alat musik menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang hadir bersama Ibu Negara Iriana. Turut serta juga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Lamongan Fadeli serta sejumlah kepala daerah.

Tak hanya disambut dengan tarian khas Lamongan, Jokowi) dan Iriana, juga disuguhi produk-produk unggulan Lamongan, terutama produk olahan dari pertanian jagung.

Baca Juga: Hendak Safari Dakwah, 20 Santri Tenggelam di Perairan Sapeken 

Sebelum menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada 12 orang, Presiden Joko Widodo meminta semua pemegang sertifikat untuk mengangkat tinggi-tinggi sertifikatnya.

“Saya minta sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi, biar kelihatan, bahwa 5.750 sertifikat sudah benar-benar diserahkan kepada rakyat. Supaya tidak seremonial, hanya kepada 12 orang saja, “ ujarnya.

Presiden kemudian menceritakan ikhwal kengototannya agar semua bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat pada 2025.

Menurut presiden, sengketa lahan selama ini menjadi sumber konflik. Bahkan membuat permusuhan dalam keluarga.

“Tahun lalu Pak Menteri (Sofyan DJalil) saya targetkan bisa merampungkan 5 juta sertifikat. Jika tidak tercapai, pilihannya cuma dua, dicopot atau diganti, “kata Jokowi.

Presiden Jokowi mewanti wanti, agar sertifikat yang sudah diterima, dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak.

Disimpan yang rapi dalam wadah plastik agar tidak cepat rusak. Kemudian di foto copy agar jika hilang, mudah pengurusannya.

Baca Juga: Kakek “Goyang” Cucunya Sendiri Sampai Hamil 6 Bulan 

Sementara Sofyan Djalil mengungkapkan, sebanyak 5.750 sertifikat yang dibagikan sore itu untuk lima kabupaten. Yakni Lamongan sebanyak 1.500, Gresik 1.500, Bojonegoro 1.500, Tuban 750 dan Sidoarjo 500.

Dia menargetkan di tahun 2023, seluruh tanah di Jawa Timur sudah bersertifikat.

Presiden Jokowi dalam sambutannya juga menyoroti Produksi jagung di Kabupaten Lamongan yang begitu luar biasa.

“Yang sudah dilakukan Pak Bupati (Lamongan) bagus sekali. Rata-rata produktivitas jagung di Lamongan bisa mencapai 10,6 ton perhektare. Padahal di tempat lain hanya antara 6 hingga 7 ton perhektare saja, “ katanya menambahkan.

Pujian serupa sebelumnya disampaikan Soekarwo yang menyebut Fadeli sebagai Bupati Jagung.

“Kami apresiasi Pak Bupati Lamongan yang mampu menaikkan rata-rata produktivitas dari sebelumnya 6.5 ton perhektare menjadi 8,9 ton perhektare. Bahkan di kawasan percontohan rata-rata produktivitasnya mencapai dari 10,6 ton perhektare, “ ujarnya.

Setiap ada acara di suatu daerah, hampir dipastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjalankan kebiasaan berdialog dan menebar kuis ke seluruh lapisan masyarakat.

Namun untuk mendapat hadiah tersebut tidaklah mudah, beberapa pertanyaan diajukan oleh Jokowi. Pertanyaan itu diberikan di sela-sela menyerahkan sertifikat di Alun-alun Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Sidang Bupati SBD di Pengadilan Tipikor Berakhir Adem

Jokowi pun menunjuk dua orang penerima sertifikat tanah dan seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tuban, Ayu Linda.
“2/3 Indonesia ini air. Ada yang bisa maju, sebutkan 7 nama ikan di Indonesia,” kata Jokowi.

Sesaat kemudian, Ayu yang telah maju menjawab yang ditanyakan orang nomor satu di Indonesia ini. “Ikan Teri, Mujair, Tongkol, Lele, Gurami, Belut, Hiu, Lumba-lumba,” kata Ayu sambil mengingat-ingat.

Seusai menjawab, Jokowi lantad menyahut. “Kemarin saya kunjungan ke Maluku ada yang jawab ikan putri duyung, padahal kan itu adanya di dongeng.” disambut gelak tawa hadirin yang hadir.

Seusai menuntaskan berdialog dengan Ayu, Jokowi selanjutnya beralih bertanya ke warga Mantup, Eli. “Saya tadi sebutkan Indonesia ada 714 suku, sebutkan 7 suku saja di Indonesia?” tanyanya.

Eli yang bertubuh kecil inipun menjawab: Suku Padang, Batak, Ambon, Badui, Sunda, Jawa, Tengger, Asmat.” jawab Eli.

Namun, seolah tak puas dengan jawaban yang diberikan Eli, Jokowi memintanya untuk menambah satu jawaban lagi.

“Saya minta tambah 1 lagi, yang lokasinya dekat Surabaya,” katanya memancing jawaban. Pancingan itupun dijawab dengan tepat oleh Eli. “Madura.”

Sementara itu, yang terakhir naik ke atas panggung, Fendi Tri, asal Kesamben, Kecamatan Plumang, Kabupaten Tuban, mendapat giliran diminta membaca Pancasila.

“Saya minta Pancasila.” pinta Jokowi. Fendi tanpa kesulitan menghafal Sila Satu sampai Sila Lima.

Reporter : Agus Fitrianto
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here