3 Orang Fotografer Cabul, Ditahan

Kasar Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum saat menun jukan sejumlah barang bukti pelaku fotografer, didampingi Kaur Subbag Humas Polres Lumajang dan Kanit Pidum Reskrim Polres Lumajang

LUMAJANG, Senin (20/8/2018) suaraindonesia-news.com – Mengaku cari talent, 3 orang fotografer “cabul” dikandangkan ke jeruji besi Mapolres Lumajang.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum yang mewakili Waka Polres Lumajang dan didampingi Kaur Subbag Humas Polres Lumajang, tadi siang saat rilis di Mapolres Lumajang.

Dikatakan Kasat Reskrim, sesuai pengakuan dari salah satu fotografer tersebut yang bernama Masrur Ikhwan Putrajaya (25) alias Mastenk, warga jalan Kolonel Seruji Barat RT/RW : 04/03, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, ada 40 model talent yang telah menjadi korbannya.

Namun penuturan Mastenk, kata Kasat Hasran, kalau dirinya mengaku tidak pernah melakukan pemerkosaan seperti yang dituduhkan terhadap dirinya.

“Fotografer itu pekerjaan bagus namun ini disalahgunakan oleh mereka bertiga. Semua talent diambil gambarnya dengan pose telanjang,” katanya kepada sejumlah media.

Yang menjadikan ketiga oknum ini berurusan dengan pihak berwajib karena obyek pemotretannya adalah anak dibawah umur, ada anak SMP dan SMA.

“Mereka mengakui kalau kegiatan ilegal ini sudah dilakukan selama 2 tahun,” tambahnya.

Dugaan sementara, kata mantan Kasat Narkoba Polres Jombang ini, ketiga pelaku fotografer cabul ini untuk melakukan pemerasan terhadap para talentnya.

“Kami sudah meminta keterangan dari 4 korban yang sudah dimintai keterangan,” bebernya.

Ketiga tersangka saat diamankan pihak kepolisian

Ancaman hukuman ini, kata AKP Hasran minimal 15 tahun penjara, karena terlibat Undang-Undang pornografi dan Undang-Undang pelindungan anak.

“Dari pengajuan ketiga pelaku Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah ada 7 lokasi pemotretan, seperti di kuburan cina dan PG Jatiroto,” pungkasnya.

Sementara Mastenk mengatakan kepada sejumlah media jika dirinya mengajak salah satu talent inisial M, tapi tidak untuk Making Love (ML), melainkan temannya.

“Saya hanya memfoto telanjang, hisap-hisap dan pegang-pegang alat vital M tersebut. Saya tidak melakukan tindak perkosaan atau lainnya,” jawabnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here