3 Kru Bus Restu Ternyata Pencopet

Ket: Kapolres Jember AKBP. Kusworo, saat menngelar Press rilis di Halaman Polres Jember. Foto: Eko Riswanto/SI

JEMBER, Selasa (27/3/2018) suaraindonesia-news.com – Transportasi massal yang diharapkan menjadi primadona pilihan masyarakat dalam bepergian ternyata masih memiliki momok yang menakutkan dalam segi keamanannya.

Kepolisian Resor Jember berhasil menangkap pencopet di dalam bus yang ternyata masih kru sebuah Perusahaan Otobus (PO), tentunya hal ini memicu masyarakat semakin enggan untuk memilih transportasi massal dalam bepergian.

Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo menerangkan bahwa atas laporan masyarakat, Tim Buser Polres Jember telah berhasil menangkap 3 orang pencopet yang merupakan kru dari PO. Restu jurusan Jember-Surabaya.

Mereka adalah kondektur dengan inisial HS (20), Warga Sidotopo, Kecamatan Genjeran Surabaya, Kernet dengan inisial ZH (20) Warga Dusun Paitonan, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari Jember dan Sopir dengan inisial HS (35) Warga Dusun Dukusia, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji Jember.

Mereka beraksi dengan menghalang-halangi penumpang saat hendak turun dari bus.

Baca Juga: Pemeras PJTKI di-OTT Reskrim Polsek Jenggawah 

“Modusnya kondektur ini menghalang-halangi penumpang yang akan keluar, sedangkan kawannya di belakang sudah mengambil handphone, dompet sambil dioper sampai jatuh ke tangan supir,” terang Kusworo kepada para awak media, Selasa (27/3/2018).

Kusworo menambahkan bahwa salah satu komplotan bandit jalanan ini yaitu sopir bus mengantongi senjata api rakitan.

“Sopir bus mempunyai senpi dimana menurut pengakuannya senjata ini dibuat untuk berjaga-jaga, senjata didapatkan dari temannya di Kalimantan dan merupakan senjata api rakitan,” imbuhnya.

Dari tangan para tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api rakitan, 1 butir amunisi dan 1 unit handphone merk Samsung C9 Pro warna emas.

Para tersangka selanjutnya dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara, dan tambahan UU Nomer 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun kepada sopir karena kepemilikan senjata api.

“Selanjutnya kami akan memanggil pengurus PO. Restu untuk penyelidikan lanjut, kami menghimbau kepada para perusahaan otobus agar selalu mengontrol karyawannya,” tutup Kapolres.

Reporter : Eko Riswanto
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here