15 Kecamatan di Sumenep Alami Kekeringan, 4 Diataranya Kritis

Ilustrasi

SUMENEP, Selasa (10/07/2018) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terdampak kekeringan, 13 kecamatan diantaranya memili intensitas kekeringan yang cukup tinggi.

“Dari 15 kecamatan itu lalu dibagi daerah-daerahnya, karena ada yang kekering kritis, kekering langka dan kekering terbatas,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Selasa (10/07).

Menurutnya, sebanyak empat kecamatan mengalami kekeringan kritis, langka dan terbatas yakni Kecamatan Pasongsongan, Rubaru, Batuputih dan Kecamatan Batang-Batang.

Dari itu, lanjut Rahman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui BPBD sudah memberikan bantuan air bersih atau dropping air terhadap wilayah yang mengalami kekeringan tersebut.

“Namun hal ini tetap sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat berkenaan dengan bantuan air bersih itu,” terangnya.

Baca juga: Tiga CJH Sumenep Dipastikan Gagal Berangkat Tahun Ini 

Permintaan tersebut, kata Rahman, harus melalui surat pengajuan dari masyarakat dan diketahui aparat desa dan camat. Selanjutnya, akan dilakukan verifikasi oleh BPBD.

“Setelah kita verifikasi, maka langsung di dropping air bersih. Sejauh ini, kita sudah melakukan dropping di Desa Montorna, Cempaka, Prancak, Lebbeng, Badur, dan Bullaan, keseluruhan ada di empat kecamatan itu,” imbuhnya.

Sementara, puncak kemarau diperkirakan pada bulan Agustus hingga Setember mendatang. Hal ini pun sesuai data BMKG setempat.

“Melihat kekeringan ini, mudah-mudahan puncak kemarau tidak sampai pada bulan September. Dari itu, kami menghimbau pada kecamatan dan desa yang mengalami kekeringan, segera melakukan pengajuan, sehingga kita bisa dropping air bersih,” pungkasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here